Diary Maida

Cerpen Karya Desi Meidayati -Member KMO Writer Alineaku Batch 12


Diary Maida – Ayah.. iya ayah. Bagaimana rasa kasih sayang seorang ayah? Bagaimana rasa dipeluk ayah? Lalu bagaimana rasanya digandeng ayah saat berjalan. Iya, bicara soal ayah, tak adalah sosok anak yang tidak pernah merasakan kasih sayang ayah. Karena takdir menggariskan bahwa ibu dan ayah harus berpisah saat aku masih balita tepat usia 5th. Lalu, saat aku duduk dibangku Sekolah Dasar Allah pun memanggil ayah pulang. Menyedihkan bukan? Perih.

Namun aku tak pernah sama sekali menyalahkan takdir atas hidupku. Karena aku yakin apa yang Allah berikan adalah yang terbaik untuk hidupku. Aku cukup bahagia atas apa yang telah beri untukku. Yaitu Ibu dan keluarga besar yang sangat tulus menyayangiku.

Ibu… iya dia adalah ibu. Orang yang memperjuangkan hidupku. Dia bekerja keras, mengerjakan apa saja demi terjaganya makanku, sekolahku dan hidupku. Lalu, bagaimana mungkin aku bisa melupakan semua perjuangannya saat dulu kala. Lalu bagaimana bisa aku melukai perasaan orang yang telah memperjuangkan hidupku sampai aku bisa menjadi seperti sekarang ini.

Aku tak pernah iri kepada orang lain. Aku merasa sangat bersyukur atas hidupku. Karena dengan kepahitan hidupku dimasalalu aku bisa menjadi wanita yang tangguh, tegar, kuat dan mandiri. Tak perlu sedih, karena aku yakin apa yang terjadi padaku itu adalah yang terbaik untukku. Dan aku pun tak boleh menyalahkan takdir hidupku.

 


“Cerpen ini merupakan kiriman dari peserta KMO Alineaku,
isi cerpen sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *